Thursday, August 27, 2009

khutbah wida'..

Khutbah terakhir Rasulullah SAW

Ketika Rasulullah SAW mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9
Zulhijjah tahun 10 hijarah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda
menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, di antara isi
dari khutbah terakhir Rasulullah SAW itu ialah:

"Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku
tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua
selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini
dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini
pada hari ini.

"Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini
sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai
amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada
pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang
lain tidak menyakiti kamu lagi.. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan
menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala
amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan
yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

"Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia
telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara
besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam
perkara-perkara kecil.

"Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu,
mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka
menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak
diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah
wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka
kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia.
Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh
memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan
dilarang melakukan zina.

"Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini,
sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan
Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah
ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim
adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak
seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa
dan beramal saleh.

"Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk
dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan.
Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari
landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

"Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang
selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia,
nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku
sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua
perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti
kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah
Al-Qur'an dan Sunnahku.

"Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada
orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka
yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku
sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu."


madzul, jiwa hamba

Wednesday, August 26, 2009

pesanan buat insan bergelar isteri..

Mari hayati pesanan isteri ‘Auf bin Muhlim Ashaibani kepada puterinya ketika hendak bernikah dengan al Haris bin Amr, raja negeri Kandah. Sewaktu utusan diraja hendak membawa pengantin untuk disampaikan kepada raja, ibunya berwasiat kepada anak perempuannya:

“Wahai anakku! Kalaulah wasiat ini untuk kesempurnaan adabmu, aku percaya kau telah mewarisi segala-galanya, tetapi ia sebagai peringatan untuk yang lalai dan pedoman kepada yang berakal.


Andai kata wanita tidak memerlukan suami kerana berasa cukup dengan kedua ibu bapanya, tentu ibumu adalah orang yang paling berasa cukup tanpa suami. Tetapi wanita diciptakan untuk lelaki dan lelaki diciptakan untuk mereka.


Wahai puteriku, Sesungguhnya engkau akan meninggalkan rumah tempat kamu dilahirkan dan kehidupan yang telah membesarkanmu untuk berpindah kepada seorang lelaki yang belum kamu kenal dan teman hidup yang baru. Kerana itu, jadilah 'budak' wanita baginya, tentu dia juga akan menjadi 'budak' bagimu serta menjadi pendampingmu yang setia.


Peliharalah sepuluh sifat ini terhadapnya, tentu ia akan menjadi perbendaharaan yang baik untukmu.

Pertama dan kedua, berkhidmat dengan rasa puas serta taat dengan baik kepadanya.


Ketiga dan keempat, memerhatikan tempat pandangan matanya dan bau yang diciumnya. Jangan sampai matanya memandang yang buruk daripadamu dan jangan sampai dia mencium kecuali yang harum daripadamu.

Kelima dan keenam, memerhatikan waktu tidur dan waktu makannya, kerana lapar yang berlarutan dan tidur yang terganggu dapat menimbulkan rasa marah.

Ketujuh dan kelapan, menjaga hartanya dan memelihara kehormatan serta keluarganya. Perkara pokok dalam masalah harta adalah membuat anggaran dan perkara pokok dalam keluarga adalah pengurusan yang baik.


Kesembilan dan kesepuluh, jangan membangkang perintahnya dan jangan membuka rahsianya. Apabila kamu tidak mentaati perintahnya, bererti kamu melukai hatinya. Apabila kamu membuka rahsianya kamu tidak akan aman daripada pengkhianatannya.


Kemudian janganlah kamu bergembira di hadapannya ketika dia bersedih atau bersedih di hadapannya ketika dia bergembira. Jadilah kamu orang yang sangat menghormatinya, tentu dia akan sangat memuliakanmu.

Jadilah kamu orang yang selalu sepakat dengannya, tentu dia akan sangat belas kasihan dan sayang kepadamu.

Ketahuilah, sesungguhnya kamu tidak akan dapat apa yang kamu inginkan sehingga kamu mendahulukan keredaannya daripada keredaanmu, dan mendahulukan kesenangannya daripada kesenanganmu, baik dalam hal yang kamu sukai atau yang kamu benci dan Allah akan memberkatimu.”


dari sumber tertentu,

dikirim oleh belahan hatiku..

Tuesday, August 25, 2009

fikir atas perkahwinan..

Masih ingatkah kita dengan kata-kata "separuh dien"? Ya kata-kata yang disadur dari hadis nabi, yang sering dijadikan motivasi untuk segera menikah. Tapi sudahkah kita coba menyelami makna dari menggenapkan separuh dien ini?

Saudaraku fillah, perjalanan hidup ini membawa kita dari satu episode ke episode yang lain dalam suatu sinetron yang kita tak tahu kapan ceritanya berakhir. Dalam suatu episode kita dituntut memegang suatu peran dan pada episode yang lain kita diberi peran baru lagi tanpa harus meninggalkan peran yang lama, sehingga semakin lama episode kehidupan yang kita jalani semakin banyak peran yang harus kita lakoni, semakin berat amanah yang harus kita pikul.

Dalam perjalanan hidup kita yang mencoba menggenapkan separuh dien ini, mau tak mau Sang Sutradara akan memberi kita peran baru, bahkan diantara kita ada yang diberi dua peran sekaligus, ya kita pasti tahu peran itu sebagai suami dan ayah atau sebagai istri dan ibu. Memegang satu peran saja tidak mudah apalagi harus menjalani dua peran atau lebih sekaligus. Di saat yang bersamaan kadang2 beberapa peran menuntut loyallitas kita, pada saat itulah skala prioritas menjadi suatu keniscayaan.

Saudaraku fillah, sebagai laki2 menjadi ayah dan suami adalah suatu peran yang tidak bisa kita lepaskan ketika kita memilih episode pernikahan. Kita sering mendengar berapa banyak orang yang gagal memerankan peran ini dengan baik, sehingga selalu saja ada episode perpisahan atau perceraian.

Kadang2 cerita-cerita indah pernikahan yang pernah diidamkan hanya tinggal dongeng2 impian yang tak pernah berwujud kenyataan. Berapa banyak para suami yang mengeluhkan sikap istrinya, dan berapa banyak ayah yang tidak bisa mengerti bagaimana cara menghadapi anaknya. Demikian pula sebaliknya berapa banyak istri yang merasa diperlakukan tidak manusiawi dan anak yang merasa tidak dikasihi.

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang pendeta (untuk diambil hikmahnya), dia mengatakan bahwa kadang orang tertipu oleh angan2nya sendiri, dia menganggap bahwa pasangannya akan selalu siap melayani dia, dia menganggap bahwa pasangannya akan berjalan sesuai dengan keinginan dia. Dia lupa bahwa pasangannya itu adalah orang lain, yang punya latar belakang yang berbeda dengan dia, yang punya masa lalu yang berbeda dengan dia, dan yang juga punya keinginan seperti dia.

Oleh karena itu ketika kata "AKU" yang bicara, ketika pikiran "AKU" yang digunakan, dan keinginan "AKU" yang diperturutkan maka sudah pasti bukan keharmonisan yang didapatkan. Sama halnya dalam suatu episode drama, ketika suatu peran merasa dirinya yang paling layak dilihat, dirinya yang paling layak didengar dan hanya dirinya yang paling layak diperhatikan maka kita akan merasa jemu melihat pertunjukan drama itu karena hanya dimainkan oleh satu peran.

Saudaraku fillah, dalam episode "rumah tangga" ini Allah sedang mendidik kita untuk berbagi bukan membagi, untuk mengerti bukan dimengerti, untuk mendengar bukan didengar. Menjadi pendengar, pengertian, emapati adalah peran yang paling sulit dilakukan karena itu berarti harus melakukan dua peran sekaligus, yaitu:menjadi suami dan ayah yang pengertian, suami dan ayah yang pendengar dan suami dan ayah empati.

Apalagi bagi seorang laki2, yang merasa punya superioritas peran sebagai "Qowam", seakan-akan menjadi suami dan ayah yang mengerti adalah seperti melakukan dua peran sekaligus yang saling bertolak belakang, karena ketika menjadi suami yang "Qowam" seolah-olah dia merasa dialah yang harus didengar, dimengerti dan diperhatikan.

Maka kita harus mendudukkan fungsi "Qowam" pada tempatnya. Ketika kita disuruh menjaga istri dan anak kita dari api neraka seperti perintah Allah dalam At-Tahrim ayat 6, ketika itulah fungsi "Qowam" harus kita mainkan dengan bijaksana. Kenapa harus ditegakkan dengan bijaksana sebab rasul juga memberi peringatan pada kita untuk hati2 ketika meluruskan sikap pada wanita karena wanita itu bagaikan tulang rusuk, kalau dibiarkan tetap bengkok kalo dipaksa bisa patah.

Ketika fungsi "Qowam" tidak dilakukan dengan bijaksana yang terjadi adalah kesewenangan dan pemaksaaan yang berujung pada sikap perlawanan dan pembangkangan. Hal yang sama juga dapat terjadi pada anak. Anak akan jadi pembangkang bila dia didik dengan pemaksaan dan kediktatoran. Sebaliknya Luqman mengajarkan pada kita dalam Al-Quran agar mendidik anak dengan persuasif dan argumentatif.

Nabi Ibrahim juga memberi teladan bagaimana dia meminta pendapat anak, berdiskusi dengan anak untuk suatu kewajiban yang diperintahkan Allah. Kita juga dapat meneladani bagaimana Rasulullah SAW juga mengajarkan persamaan derajat hukum dimata Allah kepada Fatimah, dan masih banyak lagi contoh yang bisa kita teladani bagaimana menjadi ayah yang terbaik bagi anak kita.

Saudaraku fillah yang dinginkan Sang Sutradara dari peran kita adalah "qowam" yang melindungi, menyayangi dan yang mau mengerti yang menanggalkan segala atribut "kekuasaan", "kesewenangan", dan "keegoisan". Indah sekali perumpamaan Allah SWT yang diberikan pada kita "kamu bagaikan pakaian bagi mereka dan mereka adalah pakaian bagi kamu".

Dari ayat ini kita bisa menangkap pesan yang diinginkan Sang Sutradara, bahwa kita dituntut saling melengkapi, saling mengerti, saling menghargai, dan saling bekerja sama, tidak ada yang merasa harus lebih dihargai, lebih dimengerti dan lebih tinggi. Kalau peran yang diminta Sang Sutradara kita jalani maka kita akan merasa saling mencinta, nyaman, aman, dan tenteram dalam menjalani episode "rumah tangga". Perasaan nyaman, aman, tentreram itu sering kita kenal dengan istilah Sakinah, Mawaddah wa Rahmah.

Saudaraku fillah ketika perasaan sakinah mawaddah wa rahmah itu terjaga dalam hati masing2 pasangan maka jika salah satu pasangan tersebut tiada maka akan dikenang oleh pasangan yang masih hidup. Sebagaimana Rasulullah SAW selalu mengenang Khadijah r.a. walaupun beliau sudah menikah dengan Aisyah yang jauh lebih muda dari Khadijah.

Jadi yang membuat kita terkenang di hati bukan fisik kita tapi pengorbanan kita untuk mau menjadi suami dan ayah yang mau mengerti, mau menyayangi dan empati di mata istri dan anak kita. Semoga Allah memberi kekuatan pada kita untuk menjadi suami dan ayah yang ideal bagi keluarga kita. Amin.


dipetik dari sumber tertentu

dikirim oleh belahan hatiku..

Monday, August 24, 2009

fadhilat ramadhan..


Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Umatku telah dikurniakan dengan lima perkara yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada sesiapa pun sebelum mereka. Bau mulut daripada seorang Islam yang berpuasa adalah terlebih harum di sisi Allah daripada bau haruman kasturi. Ikan-ikan di lautan memohon istighfar (keampunan) ke atas mereka sehinggalah mereka berbuka puasa".

Allah mempersiapkan serta menghiasi jannah yang khas setiap hari dan kemudian berfirman kepadanya: "Masanya telah hampir tiba bilamana hamba-hambaKu yang taat akan meninggalkan segala halangan-halangan yang besar (di dunia) dan akan mendatangimu."

Pada bulan ini syaitan-syaitan yang durjana dirantaikan supaya tidak menggoda mereka ke arah maksiat-maksiat yang biasa mereka lakukan pada bulan-bulan selain Ramadhan. Pada malam terakhir Ramadhan (orang-orang yang berpuasa ini) akan diampunkan." Maka sahabat-sahabat Rasulullah SAW pun bertanya: "Wahai Pesuruh Allah, adakah itu malam lailatul Qadar?" Dijawab oleh Rasulullah SAW: "Tidak, tetapi selayaknya seorang yang beramal itu diberi balasan setelah menyempurnakan tugasnya."


Ubadah Bin Somit ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari ketika Ramadhan hampir menjelang: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, di mana Allah melimpah ruahkan di dalamnya dengan keberkatan, menurunkan rahmat, mengampuni dosa-dosa kamu, memakbulkan doa-doa kamu, melihat di atas perlumbaan kamu untuk memperolehi kebaikan yang besar dan berbangga mengenaimu di hadapan malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah Taala kebaikan dari kamu. Sesungguhnya orang yang bernasib malang ialah dia yang dinafikan daripada rahmat Allah pada bulan ini."



Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Terdapat tiga jenis orang yang doa mereka tidak ditolak; doa daripada orang yang berpuasa sehinggalah dia berbuka puasa; imam (penguasa) yang adil, dan orang yang dizalimi yang kerana doanya itu Allah mengangkatnya melepasi awan dan membuka untuknya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: "Daku bersumpah demi kemuliaanKu, sesungguhnya Daku pasti menolongmu walaupun pada suatu masa nanti."

Thursday, August 20, 2009

Ramadhan


AWAL AL-MUBARAK

"Berpuasa pada bulan Ramadhan dan berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan akan menjauhkan fikiran jahat daripada hati dan membersihkannya."

Ramadhan menjenguk lagi. Dan sedari awal kedatangannya memang dinanti. Inilah masa yang paling sesuai untuk merebut ganjaran pahala yang berlipat kali ganda tanpa diganggu-gugat oleh syaitan dan iblis, hanya nafsu yang perlu dikawal. Setiap individu mempunyai cara yang tersendiri menyambut Ramadhan. Ada juga mukmin yang memulakan sambutan puasa dengan berpuasa sunat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

"Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang telah membiasakan diri berpuasa sunat, maka ia dibolehkan berpuasa."
- HR Tujuh Ahli Hadith


Puasa Ramadhan tidak boleh dimulakan dengan berpuasa sunat atas alasan ingin menyambut ketibaan Ramadhan. Namun, jika seseorang individu itu telah biasa dan memang mengamalkan berpuasa sunat di dalam hidupnya, maka individu ini tidak ditegah untuk berpuasa sunat walaupun puasa sunat yang dilakukannya adalah pada sehari atau dua hari sebelum kedatangan Ramadhan. Malahan, hal seperti ini dibolehkan di dalam Islam. Misalnya, jika seseorang itu telah biasa berpuasa sunat pada setiap hari Isnin dan Ramadhan pada tahun itu jatuh pada hari Selasa, maka individu itu dibolehkan meneruskan puasa sunatnya sebagaimana lazimnya.

Namun jika individu itu sengaja melakukan puasa sunat sedangkan itu bukanlah kebiasaan amalannya, maka puasa seperti ini adalah diharamkan kerana ia dikatakan sebagai mendahului ibadat puasa Ramadhan. Walaupun ada segolongan individu yang berpendapat puasa seperti ini sebagai satu penghormatan untuk menyambut ketibaan Ramadhan tetapi Rasulullah SAW sendiri menidakkan dalil yang sebegini dan menegah sama sekali amalannya.

Terdapat segelintir golongan bukan Islam yang berpendapat ibadat puasa ini tidak lain daripada meletih dan menyeksakan lantaran pantang larang yang perlu dipatuhi, namun pendapat-pendapat sebegini mula terhakis berikutan penemuan dan kajian yang dijalankan menunjukkan bahawa puasa adalah satu amalan yang baik bagi menjamin tahap kesihatan mental dan fizikal secara keseluruhannya.

Di samping menerangkan kepada mereka tentang konsep sebenar ibadat dalam Islam, kita sentiasa digalakkan untuk memperbaiki dan menambah amalan dari semada ke semasa terutamanya di dalam bulan Ramadhan ini. Ibadat utama dalam Ramadhan ialah untuk mengerjakan puasa.

"Barangsiapa tidak membulatkan niatnya berpuasa sebelum fajar (subuh), maka tidak ada puasa baginya." - HR Ahmad & Ashabus Sunan

Awal puasa ialah berniat untuk mengerjakan ibadat tersebut.

Niat puasa terbahagi kepada dua iaitu:

Berniat setiap malam sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang berkeinginan untuk berpuasa, wajib menyatakan niatnya; Berniat pada awal bulan Ramadhan sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang ingin berpuasa pada bulan tersebut, wajib menyatakan niatnya untuk berpuasa selama satu bulan Ramadhan.

Kedua-dua pengertian ini boleh diterima pakai, namun bagi mendidik anak-anak kecil berlatih berpuasa, lebih wajar jika kaedah yang pertama ini diterapkan kepada mereka. Manakala kaedah yang kedua pula lebih mudah dan meringankan Seseorang yang akan mengerjakan ibadat puasa selama sebulan Ramadhan, memadai jika menyatakan niat puasanya sekali pada malam pertama Ramadhan. Jika niatnya dinyatakan setiap malam, maka hal ini dikategorikan sebagai sunat dan tidak mendatangkan sebarang kemudaratan.

Selamat Berpuasa dan wassalam.

Dari Shukur.com

atas nama cinta..

Tika mata
Diuji manisnya senyuman
Terpamit rasa menyubur harapan

Dan seketika
Terlontar ke dunia khayalan
Hingga terlupa singkat perjalanan
Tersedar aku dari terlena
Dibuai lembut belaian cinta

Rela aku pendamkan
Impian yang tersimpan
Enggan ku keasyikan
Gusar keindahannya
Merampas rasa cinta
Pada Dia yang lebih sempuna

Bukan mudah
Bernafas dalam jiwa hamba
Dan ku cuba
Menghindarkan pesona maya
Kerna tak upaya ku hadapinya
Andai murka-Nya menghukum leka

Diatas nama cinta
Pada yang selayaknya
Kunafikan yang fana
Moga dalam hitungan
Setiap pengorbanan
Agar disuluh cahaya redha-Nya

Biar sendiri hingga hujung nyawa
Asal tak sepi dari kasih-Nya
Kerna sesungguhnya hakikat cinta
Hanya Dia yang Esa

Saratkan hati ini dengan cinta hakiki
Sehingga ku rasai
Nikmat-Nya
Syurga-Nya
Cinta-Nya

UNIC

Monday, August 17, 2009

dunia yang sementara..

Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui (Al-'Ankabut, 64)

Ayat di atas jelas menunjukkan hakikat kehidupan dunia..senda gurau dan permainan..ibarat anak2 kecil yang bermain askar2..tembak-menembak, bunuh-membunuh tetapi tiada siapa yang mati, tiada siapa yang cedera, tiada siapa yang merana dan derita..bahkan kadang2 bunyinya juga dibuat2 menggunakan mulut..bunyi tembakan, bunyi bom dan bunyi bazooka jika ada..tetapi bagi anak2 kecil ini, itulah 'dunia' mereka..berperang dan saling membunuh dan menembak, tetapi dari mata orang dewasa ,peperangan itu tidak lebih dari mainan kanak2 yang belum matang dan tidak mengenal erti kehidupan yang sebenar di alam realiti..maknanya tiada hakikatnya kehidupan dunia ini..dan akhirat itulah kehidupan yang sebenar..

Apalah yang kita kejarkan sangat dunia ini..namun itulah yang kita lakukan saban hari..


to be continued..


Saturday, August 15, 2009

konvokesyen..

minggu ini kelihatan wajah2 ceria di Universiti..wajah2 ceria yang terlukis kegembiraan dan harapan padanya..kegembiraan kerana ini merupakan hari segala usaha, penat-lelah dan pedih jerih menempuh alam universiti di balas dengan segulung ijazah..lebih manis lagi, hari bersejarah ini disaksikan oleh insan tersayang yang selama ini memberi sokongan dan menitip doa tanpa jemu2 iaitu kedua ibubapa tercinta..

sudah pasti perasaan bangga dan terharu mengalir dalam diri saat nama dipanggil untuk naik ke pentas bagi menerima ijazah yang didambakan selama ini..mungkin juga airmata para ibubapa seakan mahu tumpah melihat saat ini dengan mata mereka send
iri serta berada di dalam dewan untuk menjadi saksi peristiwa ini..bergambar kenangan bersama insan tercinta menjadi satu kewajipan sesudah selesai istiadat konvokesyen..kenangan ini pasti mahu dirakam sedalamnya dalam lubuk hati bagi memperingati detik istimewa ini..

dewan kuliah, panorama universiti, pusat pengajian, fakulti menjadi lanskap terbaik mengiringi kaki graduan untuk bergambar kenang-kenangan..masakan tidak, selama ini inilah 'dunia' mereka yang melatari kehidupan semasa bergelar mahasiswa dan mahasiswi..

namun, cabaran sebenar sedang menunggu graduan ini di luar sana..pekerjaan yang dikejar berbekalkan segulung ijazah ada kalanya tidak semudah yang disangka..dalam dunia realiti, persaingan adalah satu perkara yang tidak dapat dielakkan..graduan terpaksa bersaing sesama mereka untuk mengisi kekosongan yang ada..ada juga yang beralih kepada bidang yang tidak berkaitan dengan apa yang dipelajari di universiti..mungkin kerana minat atau desakan persaingan yang mengarah mereka ke situ..apapun yang dilakukan, pastikan ia halal dan mengikut syariat..tidak menjadi dosa jika tidak menjadi akauntan walaupun lulus pengajian di universiti kerana ruang dan peluang yang sedikit..berkhidmatlah di sektor dan bidang lain untuk memenuhi fardhu kifayah dan mencari rezeki yang halal..
buat semua graduan, tahniah dan selamat berjaya..

Friday, August 14, 2009

pergi tak kembali..

Setiap insan pastikan merasa
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa

Terdengar sayup surah dibaca
Sayu alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijap di depan mata

Selamat tinggal pada semua
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baiklah atau sebaliknya

Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang...kesana

ini adalah antara bait2 indah dalam lagu Pergi Tak Kembali dendangan Kumpulan Rabbani yang diketuai Ustaz Asri Ibrahim..seperti yang sedia maklum, beliau telah kembali ke Rahmatullah pagi semalam berikutan masalah jantung..

mengenali beliau sejak kecil melalui dendangan nasyid Nadamurni, seterusnya Rabbani banyak memberi kesan kepada kehidupan..dalam arus muzik negara mengarah kepada muzik Barat, beliau dan rakan seperjuangan menghidupkan arus muzik Islam yang berlandas syariat di Malaysia seterusnya memberi alternatif kepada pendengar untuk berhibur tanpa membelakangi hukum dan syariat..

kepada ahli keluarga Allahyarham, takziah diucapkan..sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mati..setiap kehidupan pasti ada akhirnya..semoga akhir kita nanti dalam keadaan Husnul Khatimah dan mendapat rahmat dariNya..

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi

Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi


al-fatihah..

Thursday, August 13, 2009

niat dalam amal

Barangsiapa mengkehendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami beri balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia sengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah org yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, sia2lah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (11:15-16)

Ayat di atas dipetik dari surah Hud menceritakan pentingnya niat. Benarkah niat penting? Rasanya dengan adanya dalil nakli dan dikuatkan lagi dengan dalil akli hadis pertama riyadussalihin dan hadis 40 imam nawawi dah cukup menggambarkan pentingnya niat dalam kehidupan seharian.

Saya sendiri, menangis sedih membaca ayat ini, betapa amal saya selama ini dirasakan sia2 kerana tidak dihadirkan niat kerana Allah Ta’ala. Hampir 15 tahun menimba ilmu, apakah niat sebenar saya yang terdahulu? Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua..menerima amal2 kita yg lepas sebagai ibadah kepadanya.

Hadis pertama..setiap amal bergantung kepada niat, siap yg hijrah kerana allah dan rasul maka mendapat Allah dan rasul. Barangsiap berhijrah kerana dunia dan isinya maka bagi mereka pa yg diniatkan. Rasulullah bersabda ketika hijrah kerana pada ketika itu ada seorang pemuda yg turut berhijrah utk mengahwini ummu Qais.

Dalam diri kita? Dalam melakukan kerja harian pernah x terlintas kita mandi kerana Allah. Gosok gigi kerana Allah. Bukan maksud saya perlunya lafaz niat dalam setiap perbuatan kita...tetapi pernahkan kita meletakkan matlamat akhir kita kepada Allah? Da tentu badan bersih selepas mandi,nafas segar, tapi di sisi Allah adakah kesegaran dan kebersihan itu memberikan kesan?

Yang lepas biarkan berlalu, yg kini dan akan datang sama2 kita luruskan niat kita sebelum melakukan kerja, semasa dan sesudah. Bekerja bukan untuk dapat gaji..bukan untuk masyarakat sahaja..paling penting bukan untuk negara..tapi ini amanah allah ke atas kita. Kita adalah trustee..pemegang amanah Allah..besar gaji..besarlah amanah Allah pd kita..bukan besar belanja.


Ummu Mujahid

130809

ISO oh ISO..

ISO..Ini Susah Orang..kadang2 juga disebut Ini Seksa Orang..takrifan sebenar ialah International Organization for Standardization..pelbagai siri ISO yang terdapat di dunia ini namun siri yang diamalkan di tempat kerja ialah 9000, ataupun siri Quality Management..lebih tepat lagi 9001:2000..namun versi 2000 akan di gantikan dengan versi 2008..oleh itu kami juga bergerak untuk memenuhi keperluan dan beralih kepada versi 2008..rentetan itu, satu bengkel diadakan untuk membincangkan perkembangan ISO seterusnya menjadikan KPI sebagai halatuju ISO..

08 Ogos 2009: malamnya sesudah selesai bengkel KPI pada tengahari, bengkel ISO 2001:2008 The Way Forward dimulakan..masa petang yang ada diluangkan untuk tidur dan rehat setelah 2 hari bertungkus lumus dan bersengkang mata untuk memenuhi tugasan KPI..dimulakan dengan overview ISO dan pencapaian organisasi selama ISO diamalkan oleh Timbalan Pengarah..

09 Ogos 2009: Sesi pagi dimulakan dengan perbincangan terbuka yang diterajui oleh penasihat atau consultant untuk ISO..fokus adalah untuk menjadikan KPI sebagai halatuju ISO..berbagai perkara dibangkitkan dalam perbincangan ini..sebelah petang, perbincangan diteruskan..dan consultant menerangkan clause yang penting dalam keperluan ISO..akhirnya, Pegarah membuat kesimpulan dan sesi bergambar diadakan..

seterusnya balik rumah..hotel yang diinap selama 3 hari ditinggalkan..makanan yang enak serta tilam dan bantal yang empuk ditinggalkan..begitulah lumrah hidup di dunia..satu masa nanti pasti ada yang perlu ditinggalkan dan pergi..

kepada jawatankuasa bengkel dan peserta, terima kasih daun keladi..

KPI

Key Performance Indicators (KPI) merupakan satu perkataan yang sering disebut2 pada masa ini..prestasi sesebuah organisasi atau individu dinilai dan diukur dengan KPI..sejauh mana KPI ini dicapai dan diterjemahkan dalam data yang boleh dinilai..

6-8 Ogos 2009: menghadiri bengkel KPI untuk menanam komitmen dan janji untuk mencapai KPI organisasi..berjumpa sahabat2 dari Kelantan, membuatkan bengkel lebih terasa seronoknya..kesempat
an yang ada tidak dilepaskan untuk berbincang soal kerja yang bertimbun selama ini..
06/08/09, malam: bengkel dimulakan dengan penerangan tentang KPI oleh Timbalan Pengarah seterusnya kami dibahagikan kepada 4 kumpulan..aku ditempatkan di kumpulan 3..semua kumpulan diberi tugasan untuk dibincangkan dan membentangkan kepada semua..

hari berikutnya penceramah luar dijemput untuk menerangkan lebih mendalam kaedah dan penilaian KPI dilakukan..selain itu, seorang pakar juga dibawa khas untuk membicara tentang Project Management..sebelah petang, sesudah solat Jumaat, perbincangan kumpulan diteruskan..malamnya, perbentangan oleh setiap kumpulan dijalankan dengan jayanya..

08/08/09: perbincangan antara Top Management dan wakil kumpulan dilakukan..KPI dan Action Plan yang dicadangkan oleh setiap kumpulan diteliti dan dipilih untuk dilaksanakan..seterusnya, hasil perbincangan diterangkan kepada peserta bengkel dan bacaan Akujanji KPI dilakukan..

selesai Akujanji, Pengarah membuat kesimpulan kepada bengkel yang telah diadakan..dan semestinya sesudah bengkel, pasti ada sesi bergambar beramai-ramai..dan bengkel ini tidak terkecuali..kepada jawatankuasa penganjur dan perserta bengkel, terima kasih atas bengkel yang dianjurkan ini..

sehingga berjumpa lagi dibengkel yang akan datang..

Tuesday, August 11, 2009

pasang surut sebuah ikatan 2..

dalam sebuah ikatan pasti ade pasang dan surutnya..laut yang luas itu juga punya pasang dan surut, inikan pula ikatan antara dua jiwa, antara dua hati, antara dua insan yang bernama lelaki dan perempuan..

tak kira ikatan itu ikatan yang halal atau tak, tetap akan ada pasang surutnya..si boyfreind tarik muka kepada girlfriend atau sebaliknya..si isteri merajok kepada si suami atau si tunang tersayang muncong kepada tunangnya..semua ini menjadi rencah dan asam garam sebuah ikatan..bahkan dalam bersahabat dan berkawan juga sering saje timbul sengketa dan duka..lebih dari itu, dalam sama-sama berjuang juga sering ada perselisihan dan pergeseran..

Allah SWT meletakkan perasaan dan nafsu dalam diri manusia..dengan perasaan dan nafsu ini makhluk bergelar insan hidup di atas muka bumi ini..dengan perasaan dan nafsu juga insan mengorak langkah dan menjalani kehidupan serta berinteraksi dengan insan yang lain..dalam sesebuah ikatan juga pasti tidak terlepas dari rase cemburu dan buta..cemburu kepada pasangan dan 'buta' kerana pasangan..cemburu perlu namun perlu bertempat..buta apabila sudah tidak membezakan baik dan buruk, halal dan haram dalam perhubungan..semua ini membawa kepada samada baik atau buruk kepada ikatan tersebut..

pentingnya sifat memahami dan bertimbangrasa dalam sesebuah ikatan..dalam hal ini, ego dan perasaan selalunya perlu dikorbankan untuk keharmonian sesebuah ikatan..jika seorang merajok, seorang perlu juga untuk pujok..jika dua-dua merajok,maka tiada usaha kearah pembaikan dilakukan..kadang-kadang boleh juga baik dengan sendiri tetapi usha tetap diperlukan untuk menjernihkan ikatan yang keruh..yang di pujok, hargailah pujukan yang diberi..jangan pula ambil kesempatan atas kesudian pasangan untuk memujok..sekali-sekala cubalah memujok untuk merase sukarnye untuk memujok daripada dipujok..

kepada pasangan di luar sana..selamilah hati pasangan anda..apabila berlaku perselisihan, cepat-cepatlah kembali untuk menjernihkan keadaan..jangan biarkan ia berlarutan kerana dibimbangi menjadi barah yang merosakkan ikatan..apa yang penting, sandarkan rasa itu kepada Allah..jika cinta, kasih dan sayang kepada pasangan, sandarkan ia kepada Allah..hanya dengan ketaqwaan dan keimanan barulah kita dapat selamat dari kedasyatan hari yang mana pasangan yang bercinta pun akan saling tuduh-menuduh untuk menyelamatkan diri..pada masa itu, hanya ketaqwaan dan keimanan yang dapat menyelamatkan pasangan-pasangan ini..

wahai pasangan-pasangan yang berkasih-sayang dan bercinta..berkasih-sayang dan bercintalah kerana Allah..kerana Allah jualah yang meletakkan kasih-sayang dan cinta itu di dalam hati-hati kamu..